<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kumpulan Hadist</title>
	<atom:link href="http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id</link>
	<description>Kumpulan Hadist</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Oct 2011 07:21:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.1</generator>
		<item>
		<title>Perkawinan Bag.3</title>
		<link>http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/hadist-terpilih/perkawinan-bag-3/</link>
		<comments>http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/hadist-terpilih/perkawinan-bag-3/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Sep 2011 00:31:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadist Terpilih]]></category>
		<category><![CDATA[Perkawinan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[31. Janganlah kamu menggauli isteri sebagaimana unta atau keledai, tetapi hendaklah bercumbu dan bercengkerama terlebih dahulu. [hadits ini tidak dituliskan siapa yang meriwayatkannya, karena itu saya sertakan teks arabnya] Keterangan: Yakni tidak langsung melakukan hubungan intim sebelum pemanasan dahulu, diantaranya bergurau, bercumbu dan membelai mesra istri. 32. Seburuk-buruk kedudukan seseorang di sisi Allah pada hari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>31. Janganlah kamu menggauli isteri sebagaimana unta atau keledai, tetapi hendaklah bercumbu dan bercengkerama terlebih dahulu. [hadits ini tidak dituliskan siapa yang meriwayatkannya, karena itu saya sertakan teks arabnya]</p>
<p>Keterangan:</p>
<p>Yakni tidak langsung melakukan hubungan intim sebelum pemanasan dahulu, diantaranya bergurau, bercumbu dan membelai mesra istri.</p>
<p>32. Seburuk-buruk kedudukan seseorang di sisi Allah pada hari kiamat ialah orang yang menggauli isterinya dan isterinya menggaulinya dengan cara terbuka lalu suaminya mengungkapkan rahasia isterinya kepada orang lain. (HR. Muslim)</p>
<p>33. Sebaik-baik kamu adalah yang terbaik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang terbaik dari kamu terhadap keluargaku. Orang yang memuliakan kaum wanita adalah orang yang mulia, dan orang yang menghina kaum wanita adalah orang yang tidak tahu budi. (HR. Abu &#8216;Asaakir)</p>
<p>34. Janganlah seorang laki-laki mukmin membenci isterinya yang beriman. Bila ada perangai yang tidak disukai, dia pasti ridha (senang) dengan perangainya yang lain. (HR. Muslim)</p>
<p>35. Isteri yang paling besar berkahnya ialah yang paling ringan tanggungannya. (HR. Ahmad dan Al Hakim)<br />
<span id="more-210"></span><br />
36. Sesungguhnya wanita seumpama tulang rusuk yang bengkok. Bila kamu membiarkannya (bengkok) kamu memperoleh manfaatnya dan bila kamu berusaha meluruskannya maka kamu mematahkannya. (HR. Ath-Thahawi)</p>
<p>37. Hindun, ibunya Muawiyah, bertanya kepada Nabi Saw, &#8220;Ya Rasulullah, Abu Sufyan suamiku seorang yang pelit, apakah aku boleh mengambil uangnya sedikit secara sembunyi-sembunyi?&#8221; Nabi Saw menjawab, &#8220;Ambillah dengan cara yang makruf (baik) untuk mencukupi kebutuhanmu dan kebutuhan anak-anakmu.&#8221; (HR. Bukhari)</p>
<p>38. Rasulullah Saw melarang azal terhadap isteri kecuali dengan persetujuannya. (HR. Ahmad)</p>
<p>Penjelasan:</p>
<p>Adapun budak yang diperistrikan dibolehkan azal bagi laki-laki kalau tidak menghendaki keturunan daripadanya.</p>
<p>39. Allah melaknat suami yang mengambil laki-laki lain untuk mengawini bekas isterinya yang sudah cerai tiga talak supaya bisa dirujuk kembali olehnya. Jadi perkawinan itu sekedar tipu muslihat bagi pengesahan rujuk. Orang yang mau disuruh membantu tipu daya dengan mengawini lalu dicerai (tidak digauli) juga dilaknat Allah. (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>40. Rasulullah Saw melarang kawin mut&#8217;ah. (HR. Bukhari)</p>
<p>Penjelasan:</p>
<p>Kawin mut&#8217;ah ialah kawin untuk waktu tertentu atau disebut kawin kontrak.</p>
<p>41. Talak (perceraian) adalah suatu yang halal yang paling dibenci Allah. (HR. Abu Dawud dan Ahmad)</p>
<p>42. Ada tiga perkara yang kesungguhannya adalah kesungguhan (serius) dan guraunya (main-main) adalah kesungguhan (serius), yaitu perceraian, nikah dan rujuk. (HR. Abu Hanifah)</p>
<p>Penjelasan:</p>
<p>Jadi dilarang bergurau (main-main) dalam ketiga perkara diatas.</p>
<p>43. Apabila suami mengajak isterinya (bersenggama) lalu isterinya menolak melayaninya dan suami sepanjang malam jengkel maka (isteri) dilaknat malaikat sampai pagi. (Mutafaq&#8217;alaih)</p>
<p>44. Terkutuklah siapa-siapa yang menyetubuhi isterinya lewat duburnya. (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah)</p>
<p>45. Allah tidak akan melihat (memperhatikan) seorang lelaki yang menyetubuhi laki-laki lain (homoseks) atau yang menyetubuhi isteri pada duburnya. (HR. Tirmidzi)</p>
<p>46. Saling berwasiatlah kalian tentang kaum wanita dengan baik-baik. Mereka itu adalah tawanan di tanganmu. Tiada kalian bisa menguasai apa-apa dari mereka, kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji (zina), pisahkanlah diri kalian dari tempat tidur mereka atau lakukan pemukulan yang tidak membekas. Apabila mereka mentaatimu maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Kalian punya hak atas mereka dan mereka pun punya hak atas kalian. Hak kalian atas mereka adalah mereka tidak boleh membiarkan tempat tidur kalian diinjak oleh orang yang tidak kalian sukai, dan hak mereka atas kalian adalah memberi sandang-pangan kepada mereka (isteri-isterimu) dengan yang baik-baik. (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi)</p>
<p>Keterangan:</p>
<p>Di dalam buku &#8220;Ketentuan Nafkah Istri dan Anak&#8221; karya Drs. Muhammad Thalib, disebutkan bahwa ketentuan nafkah untuk istri diantaranya adalah:</p>
<p>- Keperluan makan dan minum</p>
<p>- Keperluan pakaian</p>
<p>- Keperluan pengobatan dan pemeliharaan kesehatan</p>
<p>Selain itu, suami berkewajiban pula menyediakan tempat tinggal untuk istri dan diri sendiri sesuai dengan kemampuannya, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah swt didalam Al Qur&#8217;an, &#8220;Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka.&#8221; (Surat 65. ATH THALAAQ &#8211; Ayat 6)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/hadist-terpilih/perkawinan-bag-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perkawinan Bag.2</title>
		<link>http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/hadist-terpilih/perkawinan-bag-2/</link>
		<comments>http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/hadist-terpilih/perkawinan-bag-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Sep 2011 00:30:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadist Terpilih]]></category>
		<category><![CDATA[Perkawinan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/?p=208</guid>
		<description><![CDATA[11. Barangsiapa mengawini seorang wanita karena memandang kedudukannya maka Allah akan menambah baginya kerendahan, dan barangsiapa mengawini wanita karena memandang harta-bendanya maka Allah akan menambah baginya kemelaratan, dan barangsiapa mengawininya karena memandang keturunannya maka Allah akan menambah baginya kehinaan, tetapi barangsiapa mengawini seorang wanita karena bermaksud ingin meredam gejolak mata dan menjaga kesucian seksualnya atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>11. Barangsiapa mengawini seorang wanita karena memandang kedudukannya maka Allah akan menambah baginya kerendahan, dan barangsiapa mengawini wanita karena memandang harta-bendanya maka Allah akan menambah baginya kemelaratan, dan barangsiapa mengawininya karena memandang keturunannya maka Allah akan menambah baginya kehinaan, tetapi barangsiapa mengawini seorang wanita karena bermaksud ingin meredam gejolak mata dan menjaga kesucian seksualnya atau ingin mendekatkan ikatan kekeluargaan maka Allah akan memberkahinya bagi isterinya dan memberkahi isterinya baginya. (HR. Bukhari)</p>
<p>12. Seorang janda yang akan dinikahi harus diajak bermusyawarah dan bila seorang gadis maka harus seijinnya (persetujuannya), dan tanda persetujuan seorang gadis ialah diam (ketika ditanya). (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)</p>
<p>Penjelasan:</p>
<p>Diamnya seorang gadis adalah tanda setuju sebab gadis lebih banyak malu ketimbang janda.</p>
<p>13. Kawinilah gadis-gadis, sesungguhnya mereka lebih sedap mulutnya dan lebih banyak melahirkan serta lebih rela menerima (pemberian) yang sedikit. (HR. Ath-Thabrani)</p>
<p>14. Sebaik-baik wanita ialah yang paling ringan mas kawinnya. (HR. Ath-Thabrani)</p>
<p>15. Allah &#8216;Azza wajalla berfirman (dalam hadits Qudsi): &#8220;Apabila Aku menginginkan untuk menggabungkan kebaikan dunia dan akhirat bagi seorang muslim maka Aku jadikan hatinya khusyuk dan lidahnya banyak berzikir. Tubuhnya sabar dalam menghadapi penderitaan dan Aku jodohkan dia dengan seorang isteri mukminah yang menyenangkannya bila ia memandangnya, dapat menjaga kehormatan dirinya, dan memelihara harta suaminya bila suaminya sedang tidak bersamanya. (HR. Ath-Thahawi)<br />
<span id="more-208"></span><br />
16. Tiada sah pernikahan kecuali dengan (hadirnya) wali dan dua orang saksi dan dengan mahar (mas kawin) sedikit maupun banyak. (HR. Ath-Thabrani)</p>
<p>17. Barangsiapa menjanjikan pemberian mas kawin kepada seorang wanita dan berniat untuk tidak menepatinya maka dia akan berjumpa dengan Allah Ta&#8217;ala sebagai seorang pezina. Barangsiapa berhutang tetapi sudah berniat untuk tidak melunasi hutangnya maka dia akan menghadap Allah &#8216;Azza wajalla sebagai seorang pencuri. (HR. Ath-Thabrani)</p>
<p>18. Janganlah seorang isteri memuji-muji wanita lain di hadapan suaminya sehingga terbayang bagi suaminya seolah-olah dia melihat wanita itu. (HR. Bukhari)</p>
<p>19. Janganlah seorang isteri minta cerai dari suaminya tanpa alasan (sebab yang dibenarkan), niscaya dia tidak akan mencium bau surga yang baunya dapat dirasakan pada jarak tempuh empat puluh tahun. (HR. Ibnu Majah)</p>
<p>20. Seorang isteri yang ketika suaminya wafat meridhoinya maka dia (isteri itu) akan masuk surga. (HR. Al Hakim dan Tirmidzi)</p>
<p>21. Allah Swt kelak tidak akan memandang (memperhatikan) seorang wanita yang tidak bersyukur kepada suaminya meskipun selamanya dia membutuhkan suaminya. (HR. Al Hakim)</p>
<p>22. Hak suami atas isteri ialah tidak menjauhi tempat tidur suami dan memperlakukannya dengan benar dan jujur, mentaati perintahnya dan tidak ke luar (meninggalkan) rumah kecuali dengan ijin suaminya, tidak memasukkan ke rumahnya orang-orang yang tidak disukai suaminya. (HR. Ath-Thabrani)</p>
<p>23. Tidak sah puasa (puasa sunah) seorang wanita yang suaminya ada di rumah, kecuali dengan seijin suaminya. (Mutafaq&#8217;alaih)</p>
<p>24. Tidak dibenarkan seorang wanita memberikan kepada orang lain dari harta suaminya kecuali dengan ijin suaminya. (HR. Ahmad)</p>
<p>25. Apabila seorang dari kamu hendak meminang seorang wanita dan dapat melihat bagian-bagian dari tubuhnya, hendaklah melakukannya. (HR. Ahmad)</p>
<p>Keterangan:</p>
<p>Islam menentukan batas yang boleh dilihat, demi kehormatan kaum wanita. Laki-laki yang hendak meminangnya hanya diperbolehkan melihat wajah dan kedua telapak tangannya. Hal itu sudah dianggap cukup mewakili seluruh tubuhnya. Kepada lelaki itu diberi kesempatan melihat batas yang. diperbolehkan itu lebih lama dari biasa, dengan harapan mungkin hal itu akan mendorong minatnya untuk mengawininya. Di dalam syarh Al-Imam An-Nawawi pada shahih Muslim disebutkan bahwa izin untuk melihat ini tidak harus dengan persetujuan wanita itu, dan sebaiknya dilakukan tanpa sepengetahuannya, karena hal itu mutlak diizinkan oleh Rasulullah Saw. tanpa syarat keridhaannya. Biasanya wanita akan malu untuk memberikan izin. Hal ini untuk menjaga agar tidak melukai perasaannya, kalau setelah melihatnya, lelaki itu kemudian mengundurkan diri. Karena itulah dianjurkan untuk melihat tanpa sepengetahuan si wanita sebelum melakukan peminangan.</p>
<p>26. Tidak dibenarkan manusia sujud kepada manusia, dan kalau dibenarkan manusia sujud kepada manusia, aku akan memerintahkan wanita sujud kepada suaminya karena besarnya jasa (hak) suami terhadap isterinya. (HR. Ahmad)</p>
<p>27. Bila seorang menggauli isterinya janganlah segan untuk mengucapkan doa:</p>
<p>&#8220;Ya Allah, jauhkanlah aku dari setan dan jauhkan setan dari apa yang Engkau berikan rezeki bagiku (anak).&#8221; Sesungguhnya kalau seandainya Allah menganugerahkan bagi mereka anak maka anak tersebut tidak akan diganggu setan sama sekali. (HR. Bukhari)</p>
<p>28. Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw, &#8220;Apa hak isteri terhadap suaminya?&#8221; Nabi Saw menjawab, &#8220;Memberi isteri makan bila kamu makan, memberinya pakaian bila kamu berpakaian, tidak boleh memukul wajahnya, tidak boleh menjelek-jelekkannya dan jangan menjauhinya kecuali dalam lingkungan rumahmu. (HR. Abu Dawud)</p>
<p>29. Apabila di antara kamu ada yang bersenggama dengan isterinya hendaknya lakukanlah dengan kesungguhan hati. Apabila selesai hajatnya sebelum selesai isterinya, hendaklah dia sabar menunggu sampai isterinya selesai hajatnya. (HR. Abu Ya&#8217;la)</p>
<p>Keterangan:</p>
<p>Hendaknya suami dan istri sama-sama merasakan kepuasan dan sama-sama mencapai ejakulasi.</p>
<p>30. Apabila seorang di antara kamu menggauli isterinya, janganlah menghinggapinya seperti burung yang bertengger sebentar lalu pergi. (HR. Aththusi)</p>
<p>Keterangan:</p>
<p>Sama seperti pada no.29 diatas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/hadist-terpilih/perkawinan-bag-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perkawinan Bag.1</title>
		<link>http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/hadist-terpilih/perkawinan-bag-1/</link>
		<comments>http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/hadist-terpilih/perkawinan-bag-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Sep 2011 00:29:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadist Terpilih]]></category>
		<category><![CDATA[Perkawinan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[1. Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak. (HR. Abu Dawud) 2. Wahai segenap pemuda, barangsiapa yang mampu memikul beban keluarga hendaklah kawin. Sesungguhnya perkawinan itu lebih dapat meredam gejolak mata dan nafsu seksual, tapi barangsiapa yang belum mampu hendaklah dia berpuasa karena (puasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak. (HR. Abu Dawud)</p>
<p>2. Wahai segenap pemuda, barangsiapa yang mampu memikul beban keluarga hendaklah kawin. Sesungguhnya perkawinan itu lebih dapat meredam gejolak mata dan nafsu seksual, tapi barangsiapa yang belum mampu hendaklah dia berpuasa karena (puasa itu) benteng (penjagaan) baginya. (HR. Bukhari)</p>
<p>3. Barangsiapa kawin (beristeri) maka dia telah melindungi (menguasai) separo agamanya, karena itu hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam memelihara yang separonya lagi. (HR. Al Hakim dan Ath-Thahawi)</p>
<p>4. Rasulullah Saw melarang laki-laki yang menolak kawin (sebagai alasan) untuk beralih kepada ibadah melulu. (HR. Bukhari)</p>
<p>5. Apabila datang laki-laki (untuk meminang) yang kamu ridhoi agamanya dan akhlaknya maka kawinkanlah dia, dan bila tidak kamu lakukan akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang meluas. (HR. Tirmidzi dan Ahmad)<br />
<span id="more-206"></span><br />
6. Sesungguhnya dunia seluruhnya adalah benda (perhiasan) dan sebaik-baik benda (perhiasan) adalah wanita (isteri) yang sholehah. (HR. Muslim)</p>
<p>7. Rasulullah Saw bersabda kepada Ali Ra: &#8220;Hai Ali, ada tiga perkara yang janganlah kamu tunda-tunda pelaksanaannya, yaitu shalat apabila tiba waktunya, jenazah bila sudah siap penguburannya, dan wanita (gadis atau janda) bila menemukan laki-laki sepadan yang meminangnya.&#8221; (HR. Ahmad)</p>
<p>8. Diharamkan dari penyusuan apa yang diharamkan dari keturunan (nasab). (HR. Bukhari)</p>
<p>Penjelasan:</p>
<p>Larangan hukum yang dikenakan terhadap nasab seperti hukum pernikahan, warisan, dan lain-lain berlaku juga terhadap anak atau saudara sesusu.</p>
<p>9. Wanita dinikahi karena empat faktor, yakni karena harta kekayaannya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Hendaknya pilihlah yang beragama agar berkah kedua tanganmu. (HR. Muslim)</p>
<p>10. Janganlah seseorang membeli (menawar) di atas penawaran saudaranya dan jangan meminang di atas peminangan saudaranya, kecuali jika saudaranya mengijinkannya. (HR. Tirmidzi dan Ahmad)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/hadist-terpilih/perkawinan-bag-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mata Pencaharian dan Hasil Kerja</title>
		<link>http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/hadist-terpilih/mata-pencaharian-dan-hasil-kerja/</link>
		<comments>http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/hadist-terpilih/mata-pencaharian-dan-hasil-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Sep 2011 07:07:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadist Terpilih]]></category>
		<category><![CDATA[Mata Pencaharian dan Hasil Kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/?p=185</guid>
		<description><![CDATA[1. Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardhu (seperti shalat, puasa, dll). (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi) 2. Sesungguhnya Ruhul Qudus (malaikat Jibril) membisikkan dalam benakku bahwa jiwa tidak akan wafat sebelum lengkap dan sempurna rezekinya. Karena itu hendaklah kamu bertakwa kepada Allah dan memperbaiki mata pencaharianmu. Apabila datangnya rezeki itu terlambat, janganlah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardhu (seperti shalat, puasa, dll). (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)</p>
<p>2. Sesungguhnya Ruhul Qudus (malaikat Jibril) membisikkan dalam benakku bahwa jiwa tidak akan wafat sebelum lengkap dan sempurna rezekinya. Karena itu hendaklah kamu bertakwa kepada Allah dan memperbaiki mata pencaharianmu. Apabila datangnya rezeki itu terlambat, janganlah kamu memburunya dengan jalan bermaksiat kepada Allah karena apa yang ada di sisi Allah hanya bisa diraih dengan ketaatan kepada-Nya. (HR. Abu Zar dan Al Hakim)</p>
<p>3. Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil (professional atau ahli). Barangsiapa bersusah-payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza wajalla. (HR. Ahmad)</p>
<p>4. Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya ketrampilan kedua tangannya pada siang hari maka pada malam itu ia diampuni oleh Allah. (HR. Ahmad)</p>
<p>5. Sesungguhnya di antara dosa-dosa ada yang tidak bisa dihapus (ditebus) dengan pahala shalat, sedekah atau haji namun hanya dapat ditebus dengan kesusah-payahan dalam mencari nafkah. (HR. Ath-Thabrani)</p>
<p>6. Sesungguhnya Allah Ta&#8217;ala senang melihat hambaNya bersusah payah (lelah) dalam mencari rezeki yang halal. (HR. Ad-Dailami)</p>
<p>7. Seorang yang membawa tambang lalu pergi mencari dan mengumpulkan kayu bakar lantas dibawanya ke pasar untuk dijual dan uangnya digunakan untuk mencukupi kebutuhan dan nafkah dirinya maka itu lebih baik dari seorang yang meminta-minta kepada orang-orang yang terkadang diberi dan kadang ditolak. (Mutafaq&#8217;alaih)</p>
<p>8. Tiada makanan yang lebih baik daripada hasil usaha tangan sendiri. (HR. Bukhari)</p>
<p>9. Apabila dibukakan bagi seseorang pintu rezeki maka hendaklah dia melestarikannya. (HR. Al-Baihaqi)</p>
<p>Keterangan:<br />
Yakni senantiasa bersungguh-sungguh dan konsentrasi di bidang usaha tersebut, serta jangan suka berpindah-pindah ke pintu-pintu rezeki lain atau berpindah-pindah usaha karena di khawatirkan pintu rezeki yang sudah jelas dibukakan tersebut menjadi hilang dari genggaman karena kesibukkan nya mengurus usaha yang lain. Seandainya memang mampu maka hal tersebut tidak mengapa.</p>
<p>10. Seusai shalat fajar (subuh) janganlah kamu tidur sehingga melalaikan kamu untuk mencari rezeki. (HR. Ath-Thabrani)</p>
<p>11. Bangunlah pagi hari untuk mencari rezeki dan kebutuhan-kebutuhanmu. Sesungguhnya pada pagi hari terdapat barokah dan keberuntungan. (HR. Ath-Thabrani dan Al-Bazzar)</p>
<p>12. Ya Allah, berkahilah umatku pada waktu pagi hari mereka (bangun fajar). (HR. Ahmad)</p>
<p>13. Barangsiapa menghidupkan lahan mati maka lahan itu untuk dia. (HR. Abu Dawud dan Aththusi)</p>
<p>Keterangan:<br />
Hal tersebut khusus untuk lahan atau tanah kosong yang tidak ada pemiliknya. Jika lahan atau tanah kosong tersebut ada pemiliknya maka tidak boleh diambil dengan jalan yang bathil.</p>
<p>14. Carilah rezeki di perut bumi. (HR. Abu Ya&#8217;la)</p>
<p>15. Pengangguran menyebabkan hati keras (keji dan membeku). (HR. Asysyihaab)</p>
<p>16. Allah memberi rezeki kepada hambaNya sesuai dengan kegiatan dan kemauan kerasnya serta ambisinya. (HR. Aththusi)</p>
<p>17. Mata pencaharian paling afdhol adalah berjualan dengan penuh kebajikan dan dari hasil keterampilan tangan. (HR. Al-Bazzar dan Ahmad)</p>
<p>18. Sebaik-baik mata pencaharian ialah hasil keterampilan tangan seorang buruh apabila dia jujur (ikhlas). (HR. Ahmad)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/hadist-terpilih/mata-pencaharian-dan-hasil-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kitab Iman</title>
		<link>http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/shahih-bukhari/kitab-iman/</link>
		<comments>http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/shahih-bukhari/kitab-iman/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Apr 2011 17:31:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azimah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Shahih Bukhari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Bab Ke-1: Sabda Nabi saw., &#8220;Islam itu didirikan atas lima perkara.&#8221; Iman itu adalah ucapan dan perbuatan. Ia dapat bertambah dan dapat pula berkurang. Allah Ta&#8217;ala berfirman yang artinya, &#8220;Supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada)&#8221; (al-Fath: 4), &#8220;Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.&#8221;(al-Kahfi: 13), &#8220;Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-1: Sabda  Nabi saw., &#8220;Islam itu didirikan atas lima perkara.&#8221;</strong><strong> Iman itu adalah  ucapan dan perbuatan. Ia dapat bertambah dan dapat pula berkurang. Allah Ta&#8217;ala  berfirman yang artinya, &#8220;Supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan  mereka (yang telah ada)&#8221; (al-Fath: 4), &#8220;Kami tambahkan kepada mereka  petunjuk.&#8221;(al-Kahfi: 13), &#8220;Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah  mendapat petunjuk.&#8221; (Maryam: 76), &#8220;Orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah  menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan)  ketakwaannya&#8221; (Muhammad: 17), &#8220;Dan supaya orang yang beriman bertambah imannya&#8221;  (al-Muddatstsir: 31), &#8220;Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan  (turunnya) surah ini? Adapun orang-orang yang beriman, maka surah ini menambah  imannya.&#8221; (at-Taubah: 124), &#8220;Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan  untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka, maka perkataan itu  menambah keimanan mereka.&#8221; (Ali Imran: 173), dan &#8220;Yang demikian itu tidaklah  menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan (kepada Allah).&#8221; (al-Ahzab:  22) Mencintai karena Allah dan membenci karena Allah adalah sebagian dari  keimanan.</strong></p>
<p>1. Umar bin Abdul Aziz menulis surat kepada Adi bin Adi sebagai berikut,  &#8220;Sesungguhnya keimanan itu mempunyai beberapa kefardhuan (kewajiban), syariat,  had (yakni batas/hukum), dan sunnah. Barangsiapa mengikuti semuanya itu maka  keimanannya telah sempurna. Dan barangsiapa tidak mengikutinya secara sempurna,  maka keimanannya tidak sempurna. Jika saya masih hidup, maka hal-hal itu akan  kuberikan kepadamu semua, sehingga kamu dapat mengamalkan secara sepenuhnya.  Tetapi, jika saya mati, maka tidak terlampau berkeinginan untuk menjadi  sahabatmu.&#8221; Nabi Ibrahim a.s. pernah berkata dengan mengutip firman Allah,  &#8220;Walakin liyathma-inna qalbii&#8221; &#8216;Agar hatiku tetap mantap [dengan imanku]&#8216;.  (al-Baqarah: 260)</p>
<p><span id="more-47"></span></p>
<p>2. Mu&#8217;adz pernah berkata kepada kawan-kawannya, &#8220;Duduklah di sini bersama kami  sesaat untuk menambah keimanan kita.&#8221;</p>
<p>3. Ibnu Mas&#8217;ud berkata, &#8220;Yakin adalah keimanan yang menyeluruh.&#8221;</p>
<p>4. Ibnu Umar berkata, &#8220;Seorang hamba tidak akan mencapai hakikat takwa yang  sebenarnya kecuali ia dapat meninggalkan apa saja yang dirasa tidak enak dalam  hati.&#8221;</p>
<p>5. Mujahid berkata, &#8220;Syara&#8217;a lakum&#8221; (Dia telah mensyariatkan bagi kamu)  (asy-Syuura: 13), berarti, &#8220;Kami telah mewasiatkan kepadamu wahai Muhammad, juga  kepadanya  untuk memeluk satu macam agama.&#8221;</p>
<p>6. Ibnu Abbas berkata  dalam menafsiri lafaz &#8220;Syir&#8217;atan wa minhaajan&#8221;, yaitu jalan yang lempang (lurus)  dan sunnah.&#8221;</p>
<p>7. Doamu adalah  keimananmu sebagaimana firman Allah Ta&#8217;ala yang artinya, &#8220;Katakanlah, Tuhanku  tidak mengindahkan (memperdulikan) kamu, melainkan kalau ada imanmu.&#8221;  (al-Furqan: 77). Arti doa menurut bahasa adalah iman.</p>
<p>8.Ibnu Umar  berkata, &#8220;Rasulullah saw bersabda, &#8216;Islam dibangun di atas lima dasar:</p>
<p><span style="color: #888888;"><span style="color: #000000;">1. </span>bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah, dan bahwa  Nabi Muhammad adalah Utusan Allah;</span><span style="color: #888888;"> <span style="color: #000000;">2.</span> menegakkan shalat;</span><span style="color: #888888;"> <span style="color: #000000;">3.</span> membayar zakat;</span><span style="color: #888888;"> <span style="color: #000000;">4. </span>haji; dan</span><span style="color: #888888;"> <span style="color: #000000;">5.</span> puasa pada bulan Ramadhan.&#8217;&#8221;</span></p>
<p><!-- A:hover {color: #808080} --></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-2:  Perkara-Perkara Iman dan firman Allah, &#8220;Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah  timur dan barat itu suatu kebajikan. Tetapi, sesungguhnya kebajikan itu ialah  orang yang beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab,  nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak  yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan), dan orang yang  meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan  menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji,  dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan peperangan. Mereka  itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang  bertakwa. &#8220;(al-Baqarah: 177) Dan firman Allah, &#8220;Sesungguhnya beruntunglah  orang-orang yang beriman.&#8221; (al-Mu&#8217;miniin: 1)<br />
</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">6. Abu Hurairah  r.a. mengatakan bahwa Nabi saw. bersabda, &#8220;Iman itu ada enam puluh lebih  cabangnya, dan malu adalah salah satu cabang iman.&#8221;<sup><span style="color: #ff0000;"> </span></sup></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-3:  Orang Islam Itu Ialah Seseorang yang Orang-Orang Islam Lain Selamat dari Ucapan  lisannya dan Perbuatan Tangannya</strong></p>
<p>7. Abdullah bin Umar r.a. mengatakan  bahwa Nabi saw bersabda, &#8220;Orang Islam itu adalah orang yang orang-orang Islam  lainnya selamat dari lidah dan tangannya; dan orang yang berhijrah (muhajir)  adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-4: Islam  Manakah yang Lebih Utama?</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">8. Abu Musa r.a.  berkata, &#8220;Mereka (para sahabat) bertanya, Wahai Rasulullah, Islam manakah yang  lebih utama?&#8217; Beliau menjawab, &#8216;Orang yang orang-orang Islam lainnya selamat  dari lidah dan tangannya. &#8220;&#8216;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-5:  Memberikan Makanan Itu Termasuk Ajaran Islam</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">9. Abdullah bin Amr  r.a. mengatakan bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah saw., &#8220;Islam  manakah yang lebih baik?&#8221; Beliau bersabda, &#8220;Kamu memberikan makanan dan  mengucapkan salam atas orang yang kamu kenal dan tidak kamu kenal.&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-6:  Termasuk Iman Ialah Apabila Seseorang Itu Mencintai Saudaranya (Sesama Muslim)  Sebagaimana Dia Mencintai Dirinya Sendiri</strong></p>
<p>10. Anas r.a. mengatakan  bahwa Nabi saw. bersabda, &#8220;Tidak beriman salah seorang di antaramu sehingga ia  mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri.&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-7:  Mencintai Rasulullah saw. Termasuk Keimanan</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">11. Dari Abu  Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, &#8220;Demi Zat yang jiwaku berada dalam  genggaman-Nya (kekuasaan-Nya), salah seorang di antara kamu tidak beriman  sehingga saya lebih dicintai olehnya daripada orang tua dan anaknya.&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">12. Anas r.a.  berkata, &#8220;Nabi saw. bersabda, &#8216;Salah seorang di antaramu tidak beriman sehingga  saya lebih dicintai olehnya daripada orang tuanya, anaknya, dan semua  manusia.&#8217;&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-8:  Manisnya Iman</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">13. Dari Anas  r.a. bahwa Nabi saw. bersabda, &#8220;Tiga hal yang apabila terdapat pada diri  seseorang maka ia mendapat manisnya iman yaitu Allah dan Rasul-Nya lebih  dicintai olehnya daripada selain keduanya, mencintai seseorang hanya karena  Allah, dan ia benci untuk kembali ke dalam kekafiran (1/11) sebagaimana bencinya  untuk dicampakkan ke dalam neraka.&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-9:  Tanda Keimanan Ialah Mencintai Kaum Anshar<br />
</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">14. Dari Anas r.a.  bahwa Nabi saw bersabda, &#8220;Tanda iman adalah mencintai orang-orang Anshar dan  tanda munafik adalah membenci orang-orang Anshar&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab  Ke-10:<br />
</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">15. Dari Ubadah bin  Shamit r.a &#8211; Ia adalah orang yang menyaksikan yakni ikut bertempur dalam Perang  Badar (bersama Rasulullah saw. 4/251). Ia adalah salah seorang yang menjadi  kepala rombongan pada malam baiat Aqabah &#8211; (dan dari jalan lain: Sesungguhnya  aku adalah salah satu kepala rombongan yang dibaiat oleh Rasulullah saw.) bahwa  Rasulullah saw. bersabda dan di sekeliling beliau ada beberapa orang sahabatnya  (Dalam riwayat lain : ketika itu kami berada di sisi Nabi saw dalam suatu  majelis 8/15) [dalam suatu rombongan, lalu beliau bersabda 8/18, "Kemarilah  kalian"], &#8220;Berbaiatlah kamu kepadaku (dalam riwayat lain: Kubaiat kamu sekalian)  untuk tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, tidak mencuri, tidak berzina, dan  tidak membunuh anak-anakmu (dan kamu tidak akan merampas). Jangan kamu bawa  kebohongan yang kamu buat-buat antara kaki dan tanganmu, dan janganlah kamu  mendurhakai(ku) dalam kebaikan. Barangsiapa di antara kamu yang menepatinya,  maka pahalanya atas Allah. Barang siapa yang melanggar sesuatu dari itu dan dia  dihukum (karenanya) di dunia, maka hukuman itu sebagai tebusannya (dan penyuci  dirinya). Dan, barangsiapa yang melanggar sesuatu dari semua itu kemudian  ditutupi oleh Allah (tidak terkena hukuman), maka hal itu terserah Allah. Jika  Dia menghendaki, maka Dia memaafkannya. Dan, jika Dia menghendaki, maka Dia akan  menghukumnya.&#8221; (Ubadah berkata ), &#8220;Maka kami berbaiat atas hal itu.&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke- 11:  Lari dari Berbagai Macam Fitnah adalah Sebagian dan Agama</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">(Imam Bukhari  mengisnadkan dalam bab ini hadits Abu Sa&#8217;id al-Khudri yang akan datang kalau ada  izin Allah dalam Al Manaqib 61/25 &#8211; Bab&#8221;)</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-12:  Sabda Nabi Saw., &#8220;Aku lebih tahu di antara kamu semua tentang  Allah&#8221;</strong> ,<strong> dan bahwa pengetahuan (ma&#8217;rifah ) ialah  perbuatan hati sebagaimana firman Allah, &#8220;Walaakin yuaakhidzukum bimaa kasabat  quluubukum &#8216;Tetapi Allah menghukum kamu disebabkan (sumpahmu) yang disengaja  (untuk bersumpah) dalam hatimu&#8217;.&#8221; (al-Baqarah: 225)</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">16. Aisyah r.a.  berkata, &#8220;Apabila Rasulullah saw. menyuruh mereka, maka beliau menyuruh untuk  beramal sesuai dengan kemampuan. Mereka berkata, &#8216;Sesungguhnya kami tidak  seperti keadaan engkau wahai Rasulullah, karena Allah telah mengampuni engkau  terhadap dosa yang terdahulu dan terkemudian.&#8217; Lalu beliau marah hingga  kemarahan itu diketahui (tampak) di wajah beliau. Kemudian beliau bersabda,  &#8216;Sesungguhnya orang yang paling takwa dan paling kenal tentang Allah dari kamu  sekalian adalah saya.&#8217;&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-13:  Barangsiapa yang Benci untuk Kembali kepada Kekufuran Sebagaimana Kebenciannya  jika Dilemparkan ke dalam Neraka adalah Termasuk Keimanan</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">(Imam Bukhari  mengisnadkan dalam bab ini hadits Anas yang telah disebutkan pada nomor  13).</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-14:  Kelebihan Ahli Iman dalam Amal Perbuatan</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">17. Abu Said  al-Khudri berkata, &#8220;Rasulullah saw. bersabda, &#8216;Ketika aku tidur, aku bermimpi  manusia. Diperlihatkan kepadaku mereka memakai bermacam-macam baju, ada yang  sampai susu, dan ada yang (sampai 4/201) di bawah itu. Umar ibnul Khaththab  diperlihatkan juga kepadaku dan ia memakai baju yang ditariknya.&#8217; Mereka  berkata, &#8216;Apakah takwilnya, wahai Rasulullah?&#8217; Nabi bersabda, &#8216;Agama.&#8217;&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-15:  Malu Termasuk Bagian dari Iman<br />
</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">18. Salim bin  Abdullah dari ayahnya, mengatakan bahwa Rasulullah saw lewat pada seorang Anshar  yang sedang memberi nasihat (dalam riwayat lain: menyalahkan 7/100) saudaranya  perihal malu. (Ia berkata, &#8220;Sesungguhnya engkau selalu merasa malu&#8221;, seakan-akan  ia berkata, &#8220;Sesungguhnya malu itu membahayakanmu.&#8221;) Lalu, Rasulullah saw.  bersabda, &#8220;Biarkan dia, karena malu itu sebagian dari iman.&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-16:  Firman Allah &#8220;Jika mereka bertobat dan mendirikan shalat dan menunaikan zakat,  maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan.&#8221; (at-Taubah:  5)</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">19. Ibnu Umar ra.  mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda, &#8220;Saya diperintah untuk memerangi  manusia sehingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan  sesungguhnya Muhammad itu adalah utusan Allah, mendirikan shalat, dan memberikan  zakat. Apabila mereka telah melakukan itu, maka terpelihara daripadaku darah dan  harta mereka kecuali dengan hak Islam, dan hisab mereka atas Allah.&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-17:  Orang yang mengatakan bahwa sesungguhnya keimanan itu adalah amal perbuatan,  berdasarkan pada firman Allah Ta&#8217;ala, &#8220;Dan itulah surga yang diwariskan kepada  kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan (dalam kehidupan).&#8221;  (az-Zukhruf: 72)</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">8.  Ada beberapa orang  dari golongan ahli ilmu agama mengatakan bahwa apa yang difirmankan oleh Allah  Ta&#8217;ala dalam surah al-Hijr ayat 92-93, &#8220;Fawarabbika lanas-alannahum ajma&#8217;iina  &#8216;ammaa kaanuu ya&#8217;maluuna&#8221; &#8216;Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka  semua, tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu&#8217;, adalah tentang kalimat  &#8220;laa ilaaha illallaah&#8221; &#8216;Tiada Tuhan selain Allah&#8217;. Dan firman Allah, &#8220;Limitsli  haadzaa falya&#8217;malil &#8216;aamiluun&#8221; &#8216;Untuk kemenangan semacam ini hendaklah berusaha  orang-orang yang bekerja&#8217;.&#8221; (ash-Shaaffat: 61)</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">20. Abu Hurairah  r.a. mengatakan bahwa Rasulullah saw. ditanya, &#8220;Apakah amal yang paling utama?&#8221;  Beliau menjawab, &#8220;Iman kepada Allah dan Rasul-Nya.&#8221; Ditanyakan lagi, &#8220;Kemudian  apa?&#8221; Beliau menjawab, &#8220;Jihad (berjuang) di jalan Allah.&#8221; Ditanyakan lagi,  &#8220;Kemudian apa?&#8221; Beliau menjawab, &#8220;Haji yang mabrur.&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-18:  Jika masuk Islam tidak dengan sebenar-benarnya tetapi karena ingin selamat atau  karena takut dibunuh. Hal tersebut dapat terjadi, karena Allah telah berfirman,  &#8220;Orang-orang Badui itu berkata, &#8216;Kami telah beriman.&#8217; Katakanlah (wahai  Muhammad), &#8216;Kamu belum beriman, tetapi katakanlah, &#8216;Kami telah tunduk.&#8221;  (al-Hujuurat: 14). Dan, jika masuk Islam dengan sebenar-benarnya, maka hal itu  didasarkan pada firman Allah, &#8220;Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah  hanyalah Islam&#8221; (Ali Imran: 19), &#8220;Dan barangsiapa mencari agama selain agama  Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima (agama itu) daripadanya.&#8221;(Ali-Imran:  85)</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">21. Dari Sa&#8217;ad  r.a. bahwa Rasulullah saw. memberikan kepada sekelompok orang, dan Sa&#8217;ad sedang  duduk, lalu Rasulullah saw meninggalkan seorang laki-laki (Beliau tidak  memberinya, dan 2/131). Lelaki itu adalah orang yang paling menarik bagi saya  (lalu saya berjalan menuju Rasulullah saw. dan saya membisikkan kepadanya)  lantas saya berkata, &#8220;wahai Rasulullah, ada apakah engkau terhadap Fulan? Demi  Allah saya melihat dia seorang mukmin.&#8221; Beliau berkata, &#8220;Atau seorang muslim.&#8221;  Saya diam sebentar, kemudian apa yang saya ketahui dari Beliau itu mengalahkan  saya, lalu saya ulangi perkataan saya. Saya katakan, &#8220;Ada apakah engkau terhadap  Fulan? Demi Allah saya melihatnya sebagai sebagai seorang mukmin.&#8221; Beliau  berkata, &#8220;Atau seorang muslim&#8221;. Saya diam sebentar, kemudian apa yang saya  ketahui dari Beliau mengalahkan saya, dan Rasulullah saw. mengulang kembali  perkataannya. (Dan dalam satu riwayat disebutkan: kemudian Rasulullah saw.  menepukkan tangannya di antara leher dan pundakku). Kemudian beliau bersabda,  &#8220;(Kemarilah) wahai Sa&#8217;ad! Sesungguhnya saya memberikan kepada seorang laki-laki  sedang orang lain lebih saya cintai daripada dia, karena saya takut ia  dicampakkan oleh Allah ke dalam neraka.&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">Abu Abdillah  berkata, &#8220;<em>Fakubkibuu</em> &#8216;dibolak-balik&#8217;. <em>Mukibban</em>, seseorang itu  <em>akabba</em> apabila tindakannya tidak sampai menjadi kenyataan terhadap  seseorang lainnya. Apabila tindakan itu terjadi dalam kenyataan, maka saya  katakan, &#8220;<em>Kabbahul-Laahu bi wajhihi</em> &#8216;Allah mencampakkan wajahnya&#8217;, <em>wa  kababtuhu ana</em> &#8216;dan saya mencampakkannya&#8217;.&#8221; [Abu Abdillah berkata, "Shalih  bin Kaisan lebih tua daripada az-Zuhri, dan dia telah mendapati Ibnu Umar" 2/132].</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab ke-19:  Salam Termasuk Bagian Dari Islam</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">9.<sup><span style="color: #ff0000;"> </span></sup> Ammar berkata, &#8220;Ada  tiga perkara yang barangsiapa yang dapat mengumpulkan ketiga hal itu dalam  dirinya, maka ia telah dapat mengumpulkan keimanan secara sempurna. Yaitu,  memperlakukan orang lain sebagaimana engkau suka dirimu diperlakukan oleh orang  lain, memberi salam terhadap setiap orang (yang engkau kenal maupun yang tidak  engkau kenal), dan mengeluarkan infak di jalan Allah, meskipun hanya  sedikit.&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">(Saya [Al-Albani]  mengisnadkan dalam bab ini hadits yang telah disebutkan di muka pada nomor 9  [bab 5]).</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-20:  Mengkufuri Suami, dan Kekufuran di Bawah Kekufuran</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">Dalam bab ini  terdapat riwayat Abu Said dari Nabi saw. (Saya katakan, &#8220;Dalam bab ini Imam  Bukhari meriwayatkan dengan sanadnya sepotong dari hadits Ibnu Abbas yang akan  disebutkan pada [16 - al-Kusuf  / 8 - Bab]).&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-21:  Kemaksiatan Termasuk Perbuatan Jahiliah, dan Pelakunya tidak Dianggap Kafir  Kecuali Jika Disertai dengan Kemusyrikan, mengingat sabda Nabi saw.,  &#8220;&#8216;Sesungguhnya kamu adalah orang yang ada sifat kejahiliahan dalam dirimu&#8217;.&#8221; Dan  firman Allah Ta&#8217;ala, &#8216;Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan  Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang  dikehendaki-Nya&#8217;.&#8221; (an-Nisaa&#8217;: 48)</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-22:  &#8220;Apabila Dua Golongan Kaum Mukminin Saling Berperang, Maka Damaikanlah Antara  Keduanya Itu&#8221; (al-Hujuraat : 9), dan Mereka Itu Tetap Dinamakan Kaum  Mukminin.</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">22. Ahnaf bin Qais  berkata, &#8220;Aku pergi (dengan membawa senjataku pada malam-malam fitnah 8/92)  hendak memberi pertolongan kepada orang lain, (dalam riwayat lain: anak paman  Rasulullah saw.) kernudian aku bertemu Abu Bakrah, lalu ia bertanya, &#8216;Hendak ke  manakah kamu?&#8217; Aku menjawab, &#8216;Aku hendak memberi pertolongan kepada orang ini.&#8217;  Abu Bakrah berkata, &#8216;Kembali sajalah.&#8217; Karena saya mendengar Rasulullah saw.  bersabda, &#8216;Apabila dua orang Islam bertemu dengan pedangnya (berkelahi), maka  orang yang membunuh dan orang yang dibunuh sama-sama di neraka.&#8217; Lalu kami  bertanya, &#8216;Ini yang membunuh, lalu bagaimanakah orang yang dibunuh?&#8217; Beliau  bersabda, &#8216;Sesungguhnya ia (orang yang terbunuh) berkeinginan keras untuk  membunuh temannya.&#8217;&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-23:  Kezaliman yang Tingkatnya di Bawah Kezaliman</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">23. Abdullah (bin  Mas&#8217;ud) berkata, &#8220;Ketika turun [ayat ini 8/481, 'Orang-orang yang beriman dan  tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman, mereka itulah orang-orang  yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk'  (al-An'aam: 82), maka hal itu dirasa sangat berat oleh sahabat-sahabat  Rasulullah saw. (Maka mereka berkata, 'Siapakah gerangan di antara kita yang  tidak pernah menganiaya dirinya?' Lalu Allah menurunkan ayat, 'Sesungguhnya  syirik itu adalah benar-benar kezaliman yang besar.' (Luqman: 13) (Dan dalam  riwayat lain : Rasulullah saw. bersabda, Tidak seperti yang kamu katakan itu.  (Mereka tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman). Itu ialah  kemusyrikan. Apakah kamu tidak mendengar perkataan Luqman kepada anaknya bahwa  sesungguhnya syirik itu adalah benar-benar kezaliman yang besar?)</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-24:  Tanda-Tanda Orang Munafik</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">24. Abu Hurairah  r.a. mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, 'Tanda tanda orang munafik itu ada  tiga, yaitu apabila berbicara dia berdusta, apabila berjanji dia ingkar, dan  apabila dipercaya dia berkhianat."</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">25. Abdullah bin  Amr mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, "Empat (sikap 4/69) yang barangsiapa  terdapat pada dirinya keempat sikap itu, maka dia adalah seorang munafik yang  tulen. Barangsiapa yang pada dirinya terdapat salah satu dari sifat sifat itu,  maka pada dirinya terdapat salah satu sikap munafik itu, sehingga dia  meninggalkannya. Yaitu, apabila dipercaya dia berkhianat (dan dalam satu  riwayat: apabila berjanji dia ingkar), apabila berbicara dia berdusta, apabila  berjanji dia menipu, dan apabila bertengkar dia curang."</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-25:  Mendirikan Shalat Pada Malam Lailatul Qadar Termasuk Keimanan</strong></p>
<p>26. Abu  Hurairah r.a. berkata, "Rasulullah saw, bersabda, 'Barangsiapa yang menegakkan  (shalat) pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mencari keridhaan Allah, maka  diampunilah dosanya yang telah lalu.'"</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-26:  Melakukan Jihad Termasuk Keimanan</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">27. Abu Hurairah  mengatakan bahwa (dan dalam jalan lain disebutkan: Dia berkata, "Saya mendengar  3/203) Nabi saw. bersabda, 'Allah menjamin orang yang keluar di jalan Nya, yang  tidak ada yang mengeluarkannya kecuali karena iman kepada Nya dan membenarkan  rasul-rasul Nya, bahwa Dia akan memulangkannya dengan mendapatkan pahala atau  rampasan (perang), atau Dia memasukkannya ke dalam surga. Kalau bukan karena  akan memberatkan umatku, niscaya saya tidak duduk-duduk di belakang. (Dari jalan  lain disebutkan: Demi Zat yang diriku berada dalam genggaman-Nya, kalau bukan  karena khawatir bahwa banyak orang dari kaum mukminin tidak senang hatinya  ketinggalan dari saya, dan saya tidak dapat mengangkut mereka, niscaya saya  tidak akan tertinggal dari 3/ 203) pasukan [yang berperang di jalan Allah].  [Tetapi, saya tidak mendapatkan kendaraan dan tidak mendapatkan sesuatu untuk  mengangkut mereka, dan berat bagi saya kalau mereka tertinggal dari saya 8/11].  [Dan demi Zat yang diriku berada dalam genggaman Nya 8/ 128] sesungguhnya saya  ingin terbunuh di jalan Allah, kemudian dihidupkan lagi, kemudian terbunuh lagi,  kemudian dihidupkan lagi, kemudian terbunuh lagi.&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-27:  Melakukan Sunnah Shalat Malam Bulan Ramadhan Termasuk Keimanan</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">28. Abu  Hurairah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda, &#8220;Barangsiapa menunaikan  shalat malam Ramadhan (tarawih) karena iman dan mengharap keridhaan Allah, maka  diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu.&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-28:  Melakukan Puasa Ramadhan Karena Mengharap Keridhaan Allah Termasuk  Keimanan</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">29. Abu Hurairah  berkata, &#8220;Rasulullah saw. bersabda, &#8216;Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan  karena iman dan mencari keridhaan Allah, maka diampunilah dosa-dosanya yang  telah lalu.&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-29:  Agama Itu Mudah,</strong><strong> dan Sabda Nabi saw., &#8220;Agama yang Paling Dicintai  Allah Ialah yang Lurus dan Lapang.&#8221;</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">30. Abu Hurairah  mengatakan bahwa Nabi saw. bersabda, &#8220;Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidak  akan seseorang memberat-beratkan diri dalam beragama melainkan akan  mengalahkannya. Maka, berlaku luruslah, berlaku sedanglah, bergembiralah, dan  mintalah pertolongan pada waktu pagi, sore, dan sedikit pada akhir malam.&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-30:  Shalat Termasuk Iman, dan Firman Allah, &#8220;Allah tidak akan menyia-nyiakan  keimananmu&#8221;, yakni Shalatmu di Sisi Baitullah</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">31. Al-Barra&#8217;  mengatakan bahwa ketika Nabi saw. pertama kali tiba di Madinah, beliau singgah  pada kakek-kakeknya atau paman-pamannya dari kaum Anshar. Beliau melakukan  shalat dengan menghadap ke Baitul Maqdis selama enam belas bulan atau tujuh  belas bulan. Tetapi, beliau senang kalau kiblatnya menghadap ke Baitullah. (Dan  dalam satu riwayat disebutkan: dan beliau ingin menghadap ke Ka&#8217;bah 1/104).  Shalat yang pertama kali beliau lakukan ialah shalat ashar, dan orang-orang pun  mengikuti shalat beliau. Maka, keluarlah seorang laki-laki yang telah selesai  shalat bersama beliau, lalu melewati orang-orang di masjid [dari kalangan Anshar  masih shalat ashar dengan menghadap Baitul Maqdis] dan ketika itu mereka sedang  ruku. Lalu laki-laki itu berkata, &#8220;Aku bersaksi demi Allah, sesungguhnya aku  telah selesai melakukan shalat bersama Rasulullah saw dengan menghadap ke  Mekah.&#8221; Maka, berputarlah mereka sebagaimana adanya itu menghadap ke arah  Baitullah [sambil ruku 8/134], [sehingga mereka semua menghadap ke arah  Baitullah].<br />
Orang-orang Yahudi dan Ahli Kitab suka kalau Rasulullah saw.  shalat dengan menghadap ke Baitul Maqdis. Maka, ketika beliau menghadapkan  wajahnya ke arah Baitullah, mereka mengingkari hal itu, [lalu Allah Azza wa  Jalla menurunkan ayat 144 surat al-Baqarah, "Sungguh Kami (sering) melihat  mukamu menengadah ke langit." Lalu, beliau menghadap ke arah Ka'bah. Maka,  berkatalah orang-orang yang bodoh, yaitu orang-orang Yahudi, "Apakah yang  memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu  mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah, "Kepunyaan Allahlah timur dan  barat. Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang  lurus." 7/104]. [Dan orang-orang yang telah meninggal dunia dan terbunuh dengan  masih menghadap kiblat sebelum dipindahkannya kiblat itu, maka kami tidak tahu  apa yang harus kami katakan tentang mereka, lalu Allah menurunkan ayat, "Allah  tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha  Penyayang" (Surat al-Baqarah - 143)].</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-31:  Baiknya Keislaman Seseorang</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">6.<sup><span style="color: #ff0000;"> </span></sup> Abu Sa&#8217;id al-Khudri  mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah saw bersabda, &#8220;Apabila seorang hamba  (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya  segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum  pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus  kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu,  kecuali jika Allah memaafkannya.&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">32. Abu  Hurairah r.a. berkata, &#8220;Rasulullah saw bersabda, Apabila seseorang di antara  kamu memperbaiki keislamannya, maka setiap kebaikan yang dilakukannya ditulis  untuknya sepuluh kebaikan yang seperti itu hingga tujuh ratus kali lipat. Dan  setiap kejelekan yang dilakukannya ditulis untuknya balasan yang sepadan dengan  kejelekan itu.&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-32:  Amalan dalam Agama yang Paling Dicintai Allah Azza wa Jalla Ialah yang Dilakukan  Secara Konstan (Terus Menerus / Berkesinambungan)</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">33. Aisyah r.a.  mengatakan bahwa Nabi saw: masuk ke tempatnya dan di sisinya ada seorang wanita  [dari Bani Asad 2/48], lalu Nabi bertanya, &#8220;Siapakah ini?&#8221; Aisyah menjawab, &#8220;Si  Fulanah [ia tidak pernah tidur malam], ia menceritakan shalatnya.&#8221; Nabi  bersabda, &#8220;Lakukanlah [amalan] menurut kemampuanmu. Karena demi Allah, Allah  tidak merasa bosan (dan dalam satu riwayat: karena sesungguhnya Allah tidak  merasa bosan) sehingga kamu sendiri yang bosan. Amalan agama yang paling  disukai-Nya ialah apa yang dilakukan oleh pelakunya secara kontinu (terus  menerus / berkesinambungan).&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-33:  Keimanan Bertambah dan Berkurang. Firman Allah, &#8220;Dan Kami tambahkan kepada  mereka petunjuk&#8221; (al-Muddatstsir: 31) dan &#8220;Hari ini telah Aku sempurnakan  agamamu untukmu&#8221; (al-Maa&#8217;idah: 3). Apabila seseorang meninggalkan sebagian dari  kesempurnaan agamanya, maka agamanya tidaklah sempurna.</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">34. Anas r.a.  mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, &#8220;Akan keluar dari neraka orang yang  mengucapkan, &#8216;Tidak ada Tuhan melainkan Allah&#8217; dan di dalam hatinya ada kebaikan  (7 &#8211; di dalam riwayat yang mu&#8217;alaaq: iman) seberat biji gandum. Akan keluar dari  neraka orang yang mengucapkan, &#8216;Tidak ada Tuhan melainkan Allah&#8217;, sedang di  dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang  yang mengucapkan, &#8216;Tidak ada Tuhan melainkan Allah&#8217;, sedang di hatinya ada  kebaikan seberat atom.&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">35. Umar  ibnul-Khaththab r.a. mengatakan bahwa seorang Yahudi berkata (dan dalam suatu  riwayat: beberapa orang Yahudi berkata 5/127) kepadanya, &#8220;Wahai Amirul Mu&#8217;minin,  suatu ayat di dalam kitabmu yang kamu baca seandainya ayat itu turun atas  golongan kami golongan Yahudi, niscaya kami jadikan hari raya.&#8221; Umar bertanya,  &#8220;Ayat mana itu?&#8221; Ia menjawab, &#8220;Al-yauma akmaltu lakum diinakum wa atmamtu  &#8216;alaikum ni&#8217;matii waradhiitu lakumul islaamadiinan&#8221; &#8216;Pada hari ini Aku  sempurnakan bagimu agamamu dan Aku sempurnakan atasmu nikmat-Ku dan Aku rela  Islam sebagai agamamu&#8217;.&#8221; Lalu Umar berkata, &#8220;Kami telah mengetahui hari itu dan  tempat turunnya atas Nabi saw., yaitu beliau sedang berdiri di Arafah pada hari  Jumat. [Demi Allah, saya pada waktu itu berada di Arafah].&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-34:  Membayar Zakat adalah Sebagian dari Islam. Firman Allah, &#8220;Padahal mereka tidak  disuruh kecuali menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam  (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan  menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus.&#8221;</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">36. Thalhah bin  Ubaidillah r.a. berkata, &#8220;Seorang laki-laki (dalam satu riwayat disebutkan:  seorang Arab dusun 2/225) penduduk Najd datang kepada Rasulullah saw. dengan  morat-marit (rambut) kepalanya. Kami mendengar suaranya tetapi kami tidak  memahami apa yang dikatakannya sehingga dekat. Tiba-tiba ia bertanya tentang  Islam (di dalam suatu riwayat disebutkan bahwa ia berkata, &#8216;Wahai Rasulullah,  beri tahukanlah kepadaku, apa sajakah shalat yang diwajibkan Allah atas  diriku?). Lalu Rasulullah saw. bersabda, &#8220;Shalat lima kali dalam sehari  semalam.&#8221; Lalu ia bertanya lagi, &#8220;Apakah. ada kewajiban atasku selainnya?&#8221;  Beliau bersabda, &#8220;Tidak, kecuali kalau engkau melakukan yang sunnah.&#8221; Rasulullah  saw. bersabda, &#8220;Dan puasa (dan di dalam satu riwayat disebutkan: &#8220;Beri  tahukanlah kepadaku, apa sajakah puasa yang diwajibkan Allah atasku?&#8221; Lalu  beliau menjawab, &#8220;Puasa pada bulan&#8221;) Ramadhan.&#8221; Ia bertanya lagi, &#8220;Apakah ada  kewajiban atasku selainnya?&#8221; Beliau bersabda, &#8220;Tidak, kecuali sunnah.&#8221; [Lalu dia  berkata, "Beri tahukanlah kepadaku, apakah zakat yang diwajibkan Allah atasku?"  2/225]. Thalhah berkata, &#8220;Rasulullah saw. menyebutkan kepadanya zakat&#8221; (Dan  dalam satu riwayat disebutkan bahwa Rasulullah saw memberitahukan kepadanya  tentang syariat-syariat Islam). Lalu dia bertanya, &#8220;Apakah ada kewajiban  selainnya atas saya?&#8221; Beliau menjawab, &#8220;Tidak, kecuali jika engkau mau melakukan  yang sunnah.&#8221; Kemudian laki-laki itu berpaling seraya berkata, &#8220;Demi Allah, saya  tidak menambah dan tidak pula mengurangi [sedikit pun dari apa yang telah  diwajibkan Allah atas diri saya] ini.&#8221; Rasulullah saw bersabda, &#8220;Berbahagialah  dia, jika (dia) benar.&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-35:  Mengantarkan Jenazah adalah Sebagian dari Keimanan</strong></p>
<p>37. Abu Hurairah  r.a. mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda, &#8220;Barangsiapa yang mengiringkan  jenazah orang Islam karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, dan ia  bersamanya sehingga jenazah itu dishalati dan selesai dikuburkan, maka ia  kembali mendapat pahala dua qirath yang masing-masing qirath seperti Gunung  Uhud. Barangsiapa yang menyalatinya kemudian ia kembali sebelum dikuburkan, maka  ia kembali dengan (pahala) satu qirath.&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-36:  Kekhawatiran Orang yang Beriman jika Sampai Terhapus Amalnya Tanpa  Disadarinya</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">9.  Ibrahim at Taimi  berkata, &#8216;Tidak pernah perkataanku sebelum aku melakukan (atau) aku menunjukkan  amal perbuatanku, melainkan aku takut kalau-kalau aku nanti akan disudutkan oleh  amalan yang tidak jadi aku lakukan.&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">10. Ibnu Abi Mulaikah  berkata, &#8220;Aku mengunjungi tiga puluh sahabat Nabi saw. dan masing-masing  khawatir dengan munafik dan tak seorang pun di antara mereka yang mengatakan  bahwa keimanannya sama kuatnya seperti yang ada pada Jibril dan Mikail.&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">11.  Al-Hasan al-Bashri  berkata, &#8216;Tiada seorang pun yang takut akan hal itu (yakni kemunafikan)  melainkan ia adalah orang mukmin yang sebenar-benarnya dan tiada seorang pun  yang merasa aman akan hal itu melainkan ia pasti seorang yang munafik.&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">38. Ziad  berkata, &#8220;Aku bertanya kepada Wa-il tentang golongan Murji-ah, lalu dia berkata,  &#8216;Aku diberi tahu oleh Abdullah bahwa Nabi saw bersabda&#8217;, &#8220;Mencaci maki orang  muslim adalah fasik dan memeranginya adalah kafir.&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-37:  Pertanyaan Malaikat Jibril kepada Nabi saw tentang iman, Islam, ihsan,  pengetahuan tentang hari kiamat, dan keterangan yang diberikan Nabi saw.  kepadanya, lalu beliau bersabda, &#8220;Malaikat Jibril as. datang untuk mengajarkan  kepada kalian agama kalian.&#8221; Maka, Nabi saw. menganggap bahwa semuanya itu  sebagai agama.</strong><strong> Semua yang diterangkan Nabi saw. kepada tamu  Abdul Qais (tersebut) termasuk keimanan. Dan firman Allah, &#8220;Barangsiapa mencari  agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima agama itu  daripadanya. &#8221; (Ali Imran : 85)</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">(Saya berkata,  &#8220;Dalam hal ini Imam Bukhari meriwayatkan hadits Jibril yang diisyaratkan itu  dari hadits Abu Hurairah yang akan datang [65-at-Tajsir/21-asSurah  2-Bab]&#8220;).</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">Abu Abdillah  berkata, &#8220;Beliau menjadikan semua itu termasuk keimanan.&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab  Ke-38:</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">(Saya berkata,  &#8220;Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya sebagian dan hadits Abu Sufyan yang  panjang dalam dialognya dengan Heraklius sebagaimana yang akan disebutkan pada  &#8220;56 &#8211; al-Jihad/102 &#8211; BAB&#8230;..&#8221;)&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-39:  Keutamaan Orang yang Membersihkan Agamanya</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">39. An-Nu&#8217;man bin  Basyir berkata, &#8220;Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, &#8220;Yang halal itu jelas  dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya terdapat hal-hal musyabbihat  (dan dalam satu riwayat: perkara-perkara musytabihat / samar, tidak jelas  halal-haramnya, 3/ 4), yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa  yang menjaga hal-hal musyabbihat, maka ia telah membersihkan kehormatan dan  agamanya. Dan, barangsiapa yang terjerumus dalam syubhat, maka ia seperti  penggembala di sekitar tanah larangan, hampir-hampir ia terjerumus ke dalamnya.  (Dalam satu riwayat disebutkan bahwa barangsiapa yang meninggalkan apa yang  samar atasnya dari dosa, maka terhadap yang sudah jelas ia pasti lebih  menjauhinya; dan barangsiapa yang berani melakukan dosa yang masih diragukan,  maka hampir-hampir ia terjerumus kepada dosa yang sudah jelas). Ketahuilah bahwa  setiap raja mempunyai tanah larangan, dan ketahuilah sesungguhnya tanah larangan  Allah adalah hal-hal yang diharamkan-Nya (dan dalam satu riwayat:  kemaksiatan-kemaksiatan itu adalah tanah larangan Allah). Ketahuilah bahwa di  dalam tubuh ada sekerat daging. Apabila daging itu baik, maka seluruh tubuh itu  baik; dan apabila sekerat daging itu rusak, maka seluruh tubuh itu pun rusak.  Ketahuilah, dia itu adalah hati.&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-40:  Memberikan Seperlima dari Harta Rampasan Perang Termasuk Keimanan</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">40. Abi Jamrah  berkata, &#8220;Aku duduk dengan Ibnu Abbas dan ia mendudukkan aku di tempat duduknya.  Dia berkata, Tinggallah bersamaku sehingga aku berikan untukmu satu bagian dari  hartaku.&#8217; Maka, aku pun tinggal bersamanya selam dua bulan. (Dan dalam satu  riwayat: &#8216;Aku menjadi juru bicara antara Ibnu Abbas dan masyarakat 1/ 30).  (Kemudian pada suatu saat dia berkata kepadaku). (Dan dalam satu riwayat: Aku  berkata kepada Ibnu Abbas, &#8216;Sesungguhnya aku mempunyai guci untuk membuat  <em>nabidz</em> &#8216;minuman keras&#8217;, lalu aku meminumnya dengan terasa manis di dalam  guci itu jika aku habis banyak. Kemudian aku duduk bersama orang banyak dalam  waktu yang lama karena aku takut aku akan mengatakan sesuatu yang memalukan.&#8217;  (Lalu Ibnu Abbas berkata 5/116), &#8216;Sesungguhnya utusan Abdul Qais ketika datang  kepada Nabi saw., beliau bertanya, &#8216;Siapakah kaum itu atau siapakah utusan itu?&#8217;  Mereka menjawab, &#8216;[Kami adalah satu suku dari 7/114] Rabi&#8217;ah.&#8217; (Dan dalam satu  riwayat: &#8216;Maka kami tidak dapat datang kepadamu kecuali pada setiap bulan Haram&#8217;  4/157). Beliau bersabda, &#8216;Selamat datang kaum atau utusan (yang datang) tanpa  tidak kesedihan dan penyesalan.&#8221; Mereka berkata, &#8216;Wahai Rasulullah, sesungguhnya  kami tidak dapat datang kepada engkau kecuali pada bulan Haram, karena antara  kita ada perkampungan ini yang (berpenghuni) kafir mudhar. [Kami datang kepadamu  dari tempat yang jauh], maka perintahkanlah kami dengan perintah yang terperinci  (dan dalam satu riwayat: dengan sejumlah perintah). [Kami ambil dari engkau dan  1/133] kami beri tahukan kepada orang-orang yang di belakang kami dan karenanya  kami masuk surga [jika kami mengamalkannya' 8/217]. Mereka bertanya kepada  beliau tantang minuman. Lalu beliau menyuruh mereka dengan empat perkara dan  melarang mereka (dan dalam satu riwayat disebutkan bahwa beliau bersabda, &#8216;Aku  perintahkan kamu dengan empat perkara dan aku larang kamu) dari empat perkara,  yaitu aku perintahkan kamu beriman kepada Allah (Azza wa Jalla) saja.&#8217; Beliau  bertanya, &#8216;Tahukah kalian apakah iman kepada Allah sendiri itu? Mereka berkata,  &#8216;Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.&#8217; Beliau bersabda, &#8216;Bersaksi tidak ada  Tuhan melainkan Allah dan sesungguhnya Muhammad itu utusan Allah [dan beliau  menghitung dengan jarinya 4/44], mendirikan shalat, memberikan zakat, puasa  Ramadhan, dan kalian memberikan harta seperlima harta rampasan perang. Lalu,  beliau melarang mereka dari empat hal yaitu (dan dalam satu riwayat: Janganlah  kamu minum dalam) guci hijau, labu kering, pohon korma yang diukir, dan sesuatu  yang dilumuri fir (empat hal ini adalah alat untuk membuat minuman keras).&#8217;  Barangkali beliau bersabda (juga), &#8216;Barang yang dicat.&#8217; Dan beliau bersabda,  &#8216;Peliharalah semua itu dan beri tahukanlah kepada orang yang di belakang  kalian!&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-41:  Keterangan tentang apa yang terdapat dalam hadits bahwa sesungguhnya semua amal  perbuatan itu tergantung pada niat dan harapan memperoleh pahala dari Allah  sesuai dengan apa yang diniatkannya. Bab ini meliputi keimanan, wudhu, shalat,  zakat, haji, puasa, dan hukum-hukum. Allah berfirman, &#8220;Tiap-tiap orang berbuat  menurut keadaannya masing-masing. &#8221; (al-Israa&#8217;: 84)</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">10.  Nafkah yang  dikeluarkan seorang laki-laki untuk keluarganya dengan niat untuk memperoleh  suatu pahala dari Allah adalah sedekah.</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">11.  Nabi saw bersabda,  &#8220;Tetapi jihad dan niat.&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Bab Ke-42:  Sabda Nabi saw., &#8220;Agama adalah nasihat (kesetiaan) kepada Allah, Rasul-Nya,  pemimpin-pemimpin kaum muslimin dan umat nya.&#8221;</strong><strong> Dan firman Allah Ta&#8217;ala, &#8220;Apabila  mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul Nya.&#8221;(at-Taubah: 91)</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">41. Jarir bin  Abdullah berkata, &#8220;Saya berbaiat kepada Rasulullah saw. untuk [bersaksi bahwa  tidak ada Tuhan kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, dan 3/27]  mendirikan shalat, memberikan zakat, [mendengar dan patuh, lalu beliau  mengajarkan kepadaku apa yang mampu kulakukan 8/122], dan memberi nasihat kepada  setiap muslim.&#8221; Dan, menurut riwayat lain dari Ziyad bin Ilaqah, ia berkata,  &#8220;Saya mendengar Jarir bin Abdullah berkata pada hari meninggalnya Mughirah bin  Syu&#8217;bah. Ia (Jarir) berdiri, lalu memuji dan menyanjung Allah, lalu berkata,  &#8216;Hendaklah kamu semua bertakwa kapada Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu  bagi-Nya. Juga hendaklah kamu semua bersikap tenang dan tenteram sehingga amir,  penguasa daerah, datang padamu, sebab ia nanti akan datang ke sini.&#8217; Kemudian ia  berkata lagi, &#8216;Berilah maaf pada amirmu (pemimpinmu), sebab pemimpin (kalian)  senang memberi maaf orang lain. Seterusnya Jarir berkata, &#8216;Amma ba&#8217;du,  (kemudian) aku datang kepada Nabi saw. dan aku berkata, &#8216;Aku berbaiat kepadamu  atas Islam.&#8217; Lalu beliau mensyaratkan atasku agar menasihati setiap muslim.  Maka, saya berbaiat kepada beliau atas yang demikian ini. Demi Tuhan Yang  Menguasai masjid ini, sesungguhnya aku ini benar-benar memberikan nasihat kepada  kamu sekalian.&#8217; Sehabis itu ia mengucapkan istighfar (mohon pengampunan kepada  Allah), lalu turun (yakni duduk).&#8221;</p>
<hr size="1" />
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Catatan  Kaki:</strong><span style="font-size: x-small;"> </span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><span style="font-size: x-small;">[1].Ini adalah potongan dari hadits Ibnu Umar, yang  di-maushul-kan oleh penyusun (Imam Bukhari) dalam bab ini.</span><span style="font-size: x-small;"> </span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><span style="font-size: x-small;">[2]Di-maushul-kan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Kitab  al-Iman nomor 135 dengan pentahkikan saya, dan sanadnya adalah sahih. Ini juga  diriwayatkan oleh Ahmad dalam al-Iman sebagaimana dikatakan oleh  al-Hafizh.</span><span style="font-size: x-small;"> </span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><span style="font-size: x-small;">[3].Di-maushul-kan juga oleh Ibnu Abi Syaibah nomor 105  dan 107, dan oleh Abu Ubaid al-Qasim bin Salam dalam Al-Iman juga nomor 30  dengan pentahkikan saya dengan sanad yang sahih. Diriwayatkan pula oleh Imam  Ahmad</span><span style="font-size: x-small;">.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><span style="font-size: x-small;">[4].Di-maushul-kan oleh Thabrani dengan sanad sahih dari  Ibnu Mas&#8217;ud secara mauquf, dan diriwayatkan secara marfu&#8217; tetapi tidak sah,  sebagaimana dikatakan oleh al-Hafizh.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><span style="font-size: x-small;">[5].Al-Hafizh tidak memandangnya maushul. Akan tetapi,  hadits yang semakna dengan ini terdapat di dalam Shahih Muslim dan lainnya dari  hadits an-Nawwas secara marfu. Silakan Anda periksa kalau mau di dalam kitab  saya Shahih al-Jami&#8217; ash-Shaghir (2877).</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><span style="font-size: x-small;">[6].Di-maushul-kan oleh Abd bin Humaid  darinya.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><span style="font-size: x-small;">[7].Yakni Nuh a.s. sebagaimana disebutkan dalam konteks  ayat, &#8220;Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang diwasiatkan-Nya  kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami  wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa yaitu tegakkanlah agama dan janganlah  kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang  kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang  dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama-Nya) orang yang kembali  (kepada-Nya). &#8221; (asy-Syuura: 13)</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><span style="font-size: x-small;">[8].Di-maushul-kan oleh Abdur Razzaq di dalam Tafsirnya  dengan sanad sahih darinya (Ibnu Abbas).</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><span style="font-size: x-small;">[9].Di-maushul-kan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Abbas  juga.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><span style="font-size: x-small;">[10].Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya dengan lafal  Sab&#8217;uuna &#8216;tujuh puluh&#8217;, dan inilah yang kuat menurut pendapat saya, mengikuti  pendapat Al-Qadhi Iyadh dan lainnya, sebagaimana telah saya jelaskan dalam  Silsilatul Ahaditsish Shahihah (17).</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><span style="font-size: x-small;"><a name="[11]" href="#11"></a>[11]. Ini adalah potongan dari hadits Aisyah yang akan  datang dalam bab ini secara maushul.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><span style="font-size: x-small;">[12].Al-Hafizh berkata, &#8220;Di antaranya adalah Anas, yang  diriwayatkan oleh Tirmidzi dan lain-lainnya, tetapi di dalam isnadnya terdapat  kelemahan. Dan di antaranya lagi Ibnu Umar sebagaimana disebutkan dalam Tafsir  ath-Thabari dan kitab Ad-Du&#8217;a karya ath-Thabrani. Dan di antaranya lagi adalah  Mujahid sebagaimana disebutkan dalam Tafsir Abdur Razzaq, dan  lain-lainnya.&#8221;</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><span style="font-size: x-small;">[13].Saya katakan, &#8220;Yakni yang disebutkan pada salah  satu jalan periwayatan hadits ini.&#8221;</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><span style="font-size: x-small;">[14].Di-maushul-kan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Iman  (131) dengan sanad sahih dari Ammar secara mauquf. Lihat takhrijnya di dalam  catatan kaki saya terhadap kitab Al-Kalimuth Thayyib nomor 142, terbitan  Al-Maktabul-Islami.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><span style="font-size: x-small;">[15].Di-maushul-kan oleh penyusun di dalarn Al-Adabul  Mufrad dan oleh Ahmad dan lain-lainnya dari hadits Ibnu Abbas recara marfu&#8217;,  sedangkan dia adalah hadits hasan sebagaimana sudah saya jelaskan dalam  Al-Ahaadiitsush Shahihah (879).</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><span style="font-size: x-small;">[16]. Hadits Ini menurut penyusun (Imam Bukhari)  rahimahullah adalah mu&#8217;allaq, dan dia di-maushul-kan oleh Nasaa&#8217;i denqan sanad  sahih, sebagaimana telah ditakhrij dalam Al-Ahaadiitsush Shahihah  (247).</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><span style="font-size: x-small;">[17]. Di-maushul-kan oleh Hakim dalam Kitab Al-Arba&#8217;in  dan di situ Qatadah menyampaikan dengan jelas dengan menggunakan kata  <em>tahdits</em> &#8216;diinformasikan&#8217; dari Anas. Saya (Al-Albani) katakan, &#8220;Dan  di-maushul-kan oleh penyusun (Imam Bukhari) dari jalan lain dari Anas di dalam  hadits safa&#8217;at yang panjang, dan akan disebutkan pada &#8220;(7 -At-Tauhid /  36)&#8221;.<br />
</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><span style="font-size: x-small;">[18]. Di-maushul-kan oleh penyusun dalam At-Tarikh dan  Ahmad dalam Az-Zuhd dengan sanad sahih darinya.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><span style="font-size: x-small;"><br />
[19].Di-maushul-kan oleh Ibnu Abi Khaitsamah di dalam  Tarikh-nya, tetapi dia tidak menyebutkan jumlahnya. Demikian pula Ibnu Nashr di  dalam Al-Iman, dan Abu Zur&#8217;ah ad-Dimasyqi di dalam Tarikh-nya dari jalan lain  darinya sebagaimana disebutkan di sini.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><span style="font-size: x-small;"><br />
[20].Di-maushul-kan oleh Ja&#8217;far al-Faryabi di dalam  Shifatul Munafiq dari beberapa jalan dengan lafal yang berbeda-beda. Hal ini  menunjukkan sahihnya riwayat ini darinya. Maka, bagaimana bisa terjadi penyusun  meriwayatkannya dengan menggunakan kata-kata &#8220;<em>wa yudzkaru</em>&#8221; &#8216;dan  disebutkan&#8217; yang mengesankan bahwa ini adalah hadits dhaif? Al-Hafizh menjawab  hal itu yang ringkasnya bahwa penyusun (Imam Bukhari) tidak mengkhususkan  redaksi <em>tamridh</em> &#8216;melemahkan&#8217; ini sebagai melemahkan isnadnya, bahkan dia  juga menyebutkan matan dengan maknanya saja atau meringkasnya juga. Hal ini  perlu dipahami karena sangat penting.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><span style="font-size: x-small;"><br />
[21]. Mereka adalah salah satu dari kelompok-kelompok  sesat. Mereka berkata, &#8220;Maksiat itu tidak membahayakan iman.&#8221;<br />
</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><span style="font-size: x-small;">[22.] Menunjuk hadits Ibnu Abbas yang akan disebutkan  secara maushul sesudah dua bab lagi.</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><span style="font-size: x-small;">[23]. Ini adalah bagian dari hadits Abu Mas&#8217;ud al-Badri  yang di-maushul-kan oleh penyusun pada (69 &#8211; an-Nafaqat / 1- BAB).</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><span style="font-size: x-small;"><br />
[24]. Ini adalah bagian dari hadits Ibnu Abbas yang akan  disebutkan secara maushul pada (56 al-Jihad / 27-BAB).</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><span style="font-size: x-small;">[25]. Di-maushul-kan oleh Muslim dan lainnya dari hadits  Tamim ad-Dari, dan hadits ini telah ditakhrij dalam Takhrij al-Halal (328) dan  Irwa-ul Ghalil (25).<br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/shahih-bukhari/kitab-iman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kitab Permulaan Turunnya Wahyu</title>
		<link>http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/shahih-bukhari/kitab-permulaan-turunnya-wahyu/</link>
		<comments>http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/shahih-bukhari/kitab-permulaan-turunnya-wahyu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Apr 2011 17:09:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azimah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Shahih Bukhari]]></category>
		<category><![CDATA[Kitab Permulaan Turunnya Wahyu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Bab Bagaimana Permulaan Turunnya Wahyu kepada Rasulullah saw. dan Firman Allah Ta&#8217;ala, &#8220;Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya.&#8221; l. Dari Alqamah bin Waqash al-Laitsi, ia berkata, &#8220;Saya mendengar Umar ibnul Khaththab r.a. (berpidato 8/59) di atas mimbar, &#8216;Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, &#8216;(Wahai manusia), sesungguhnya amal-amal itu hanyalah dengan niatnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bab Bagaimana Permulaan Turunnya Wahyu kepada Rasulullah saw. dan Firman  Allah Ta&#8217;ala, &#8220;Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi  yang kemudiannya.&#8221;</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">l. Dari Alqamah bin  Waqash al-Laitsi, ia berkata, &#8220;Saya mendengar Umar ibnul Khaththab r.a.  (berpidato 8/59) di atas mimbar, &#8216;Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda,  &#8216;(Wahai manusia), sesungguhnya amal-amal itu hanyalah dengan niatnya (dalam satu  riwayat: amal itu dengan niat 6/118) dan bagi setiap orang hanyalah sesuatu yang  diniatkannya. Barangsiapa yang hijrahnya (kepada Allah dan Rasul Nya, maka  hijrahnya kepada Allah dan Rasul Nya. Dan, barangsiapa yang hijrahnya 1/20)  kepada dunia, maka ia akan mendapatkannya. Atau, kepada wanita yang akan  dinikahinya (dalam riwayat lain: mengawininya 3/119), maka hijrahnya itu kepada  sesuatu yang karenanya ia hijrah.&#8221;</p>
<p><span id="more-40"></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">2. Aisyah r.a.  mengatakan bahwa Harits bin Hisyam r.a. bertanya kepada Rasulullah saw., &#8220;Wahai  Rasulullah, bagaimana datangnya wahyu kepada engkau?&#8221; Rasulullah saw. menjawab,  &#8220;Kadang-kadang wahyu itu datang kepadaku bagaikan gemerincingnya lonceng, dan  itulah yang paling berat atasku. Lalu, terputus padaku dan saya telah hafal  darinya tentang apa yang dikatakannya. Kadang-kadang malaikat berubah rupa  sebagai seorang laki-laki datang kepadaku, lalu ia berbicara kepadaku, maka saya  hafal apa yang dikatakannya.&#8221; Aisyah r.a. berkata, &#8220;Sungguh saya melihat beliau  ketika turun wahyu kepada beliau pada hari yang sangat dingin dan wahyu itu  terputus dari beliau sedang dahi beliau mengalirkan keringat&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p>3. Aisyah r.a. berkata, &#8220;[Adalah 6/871] yang pertama (dari wahyu) kepada  Rasulullah saw. adalah mimpi yang baik di dalam tidur. Beliau tidak pernah  bermimpi melainkan akan menjadi kenyataan seperti merekahnya cahaya subuh.  Kemudian beliau gemar bersunyi. Beliau sering bersunyi di Gua Hira. Beliau  beribadah di sana, yakni beribadah beberapa malam sebelum rindu kepada keluarga  beliau, dan mengambil bekal untuk itu. Kemudian beliau pulang kepada Khadijah.  Beliau mengambil bekal seperti biasanya sehingga datanglah kepadanya (dalam  riwayat lain disebutkan: maka datanglah kepadanya) kebenaran. Ketika beliau ada  di Gua Hira, datanglah malaikat (dalam nomor 8/67) seraya berkata, &#8216;Bacalah!&#8217;  Beliau berkata, &#8216;Sungguh saya tidak dapat membaca. Ia mengambil dan mendekap  saya sehingga saya lelah. Kemudian ia melepaskan saya, lalu ia berkata,  &#8216;Bacalah!&#8217; Maka, saya berkata, &#8216;Sungguh saya tidak dapat membaca:&#8217; Lalu ia  mengambil dan mendekap saya yang kedua kalinya, kemudian ia melepaskan saya,  lalu ia berkata, &#8216;Bacalah!&#8217; Maka, saya berkata, &#8216;Sungguh saya tidak bisa  membaca&#8217; Lalu ia mengambil dan mendekap saya yang ketiga kalinya, kemudian ia  melepaskan saya. Lalu ia membacakan, &#8220;Iqra&#8217; bismi rabbikalladzi khalaq. Khalaqal  insaana min&#8217;alaq. Iqra&#8217; warabbukal akram. Alladzii &#8216;allama bil qalam. &#8216;Allamal  insaana maa lam ya&#8217;lam. &#8216;Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Menciptakan.  Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang  Paling Pemurah. Yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan  kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Lalu Rasulullah saw. pulang dengan  membawa ayat itu dengan perasaan hati yang goncang (dalam satu riwayat: dengan  tubuh gemetar). Lalu, beliau masuk menemui Khadijah binti Khuwailid, lantas  beliau bersabda, &#8216;Selimutilah saya, selimutilah saya!&#8217; Maka, mereka menyelimuti  beliau sehingga keterkejutan beliau hilang. Beliau bersabda dan menceritakan  kisah itu kepada Khadijah, &#8216;Sungguh saya takut atas diriku.&#8217; Lalu Khadijah  berkata kepada beliau, &#8216;Jangan takut (bergembiralah, maka) demi Allah, Allah  tidak akan menyusahkan engkau selamanya. (Maka demi Allah), sesungguhnya engkau  suka menyambung persaudaraan (dan berkata benar), menanggung beban dan berusaha  membantu orang yang tidak punya, memuliakan tamu, dan menolong penegak  kebenaran.&#8217; Kemudian Khadijah membawa beliau pergi kepada Waraqah bin Naufal bin  Asad bin Abdul Uzza (bin Qushai, dan dia adalah) anak paman Khadijah. Ia  (Waraqah) adalah seorang yang memeluk agama Nasrani pada zaman jahiliah. Ia  dapat menulis tulisan Ibrani, dan ia menulis Injil dengan bahasa Ibrani (dalam  satu riwayat: kitab berbahasa Arab. dan dia menulis Injil dengan bahasa Arab)  akan apa yang dikehendaki Allah untuk ditulisnya. Ia seorang yang sudah sangat  tua dan tunanetra. Khadijah berkata, Wahai putra pamanku, dengarkanlah putra  saudaramu!&#8217; Lalu Waraqah berkata kepada beliau, Wahai putra saudaraku, apakah  yang engkau lihat?&#8217; Lantas Rasulullah saw: menceritakan kepadanya tentang apa  yang beliau lihat. Lalu Waraqah berkata kepada beliau, &#8216;Ini adalah wahyu yang  diturunkan Allah kepada Musa! Wahai sekiranya saya masih muda, sekiranya saya  masih hidup ketika kaummu mengusirmu&#8230;.&#8217; Lalu Rasulullah saw. bertanya, &#8216;Apakah  mereka akan mengusir saya?&#8217; Waraqah menjawab, &#8216;Ya, belum pernah datang seorang  laki-laki yang (membawa seperti apa yang engkau bawa kecuali ia ditolak (dalam  satu riwayat: disakiti / diganggu). Jika saya masih menjumpai masamu, maka saya  akan menolongmu dengan pertolongan yang tangguh.&#8217; Tidak lama kemudian Waraqah  meninggal dan wahyu pun bersela, [sehingga Nabi saw. bersedih hati karenanya -  menurut riwayat yang sampai kepada kami - dengan kesedihan yang amat dalam yang karenanya  berkali-kali beliau pergi ke puncak-puncak gunung untuk menjatuhkan diri dari  sana. Maka, setiap kali beliau sudah sampai di puncak dan hendak menjatuhkan  dirinya, Malaikat Jibril menampakkan diri kepada beliau seraya berkata, 'Wahai  Muhammad, sesungguhnya engkau adalah Rasul Allah yang sebenarnya.' Dengan  demikian, tenanglah hatinya dan mantaplah jiwanya. Kemudian beliau kembali  pulang. Apabila dalam masa yang lama tidak turun wahyu, maka beliau pergi ke  gunung seperti itu lagi. Kemudian setelah sampai di puncak, maka Malaikat Jibril  menampakkan diri kepada beliau seraya berkata seperti yang dikatakannya pada  peristiwa yang lalu - 6/68].&#8221; [Namus (yang di sini diterjemahkan dengan Malaikat  Jibril) ialah yang mengetahui rahasia sesuatu yang tidak diketahui oleh orang  lain 124/4].</p>
<p>4. Ibnu Abbas r.a. berkata, &#8220;Rasulullah saw. adalah orang  yang paling suka berderma [dalam kebaikan 2/228], dan paling berdermanya beliau  adalah pada bulan Ramadhan ketika Jibril menjumpai beliau. Ia menjumpai beliau  pada setiap malam dari [bulan 6/102] Ramadhan [sampai habis bulan itu], lalu  Jibril bertadarus Al-Qur&#8217;an dengan beliau. Sungguh Rasulullah saw. adalah  [ketika bertemu Jibril - 4/81] lebih dermawan dalam kebaikan daripada angin yang  dilepas.&#8221;</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<hr />
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><strong>Catatan  Kaki:</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><span style="font-size: x-small;"><a name="[1]" href="#1">[1]</a> Saya (Al-Albani) berkata, &#8220;Yang  berkata, &#8216;Menurut riwayat yang sampai kepada kami&#8221; adalah Ibnu Syihab az-Zuhri,  perawi asli hadits ini dari Urwah bin Zubair dari Aisyah. Maka, perkataannya ini  memberi kesan bahwa tambahan ini tidak menurut syarat Shahih Bukhari, karena ini  dari penyampaian az-Zuhri sendiri, sehingga tidak maushul, sebagaimana dikatakan  oleh al-Hafizh dalam Fathul Bari. Karena itu, harap diperhatikan!&#8221;</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"><span style="color: #000080;">Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari &#8211; M. Nashiruddin Al-Albani &#8211; Gema  Insani Press</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/shahih-bukhari/kitab-permulaan-turunnya-wahyu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketinggian Al-Qur’an</title>
		<link>http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/hadist-terpilih/ketinggian-al-quran/</link>
		<comments>http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/hadist-terpilih/ketinggian-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Mar 2011 05:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadist Terpilih]]></category>
		<category><![CDATA[Ketinggian Al-Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[1. Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara. Kalian tidak akan sesat selama berpegangan dengannya, yaitu Kitabullah (Al Qur&#8217;an) dan sunnah Rasulullah Saw. (HR. Muslim) 2. Sesungguhnya Allah, dengan kitab ini (Al Qur&#8217;an) meninggikan derajat kaum-kaum dan menjatuhkan derajat kaum yang lain. (HR. Muslim) Penjelasan: Maksudnya: Barangsiapa yang berpedoman dan mengamalkan isi Al Qur&#8217;an maka Allah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara. Kalian tidak akan sesat selama berpegangan dengannya, yaitu Kitabullah (Al Qur&#8217;an) dan sunnah Rasulullah Saw. (HR. Muslim)</p>
<p>2. Sesungguhnya Allah, dengan kitab ini (Al Qur&#8217;an) meninggikan derajat kaum-kaum dan menjatuhkan derajat kaum yang lain. (HR. Muslim)</p>
<p><em>Penjelasan</em>:</p>
<p>Maksudnya: Barangsiapa yang berpedoman dan mengamalkan isi Al Qur&#8217;an maka Allah akan meninggikan derajatnya, tapi barangsiapa yang tidak beriman kepada Al Qur&#8217;an maka Allah akan menghinakannya dan merendahkan derajatnya.</p>
<p>3. Apabila seorang ingin berdialog dengan Robbnya maka hendaklah dia membaca Al Qur&#8217;an. (Ad-Dailami dan Al-Baihaqi)</p>
<p>4. Orang yang pandai membaca Al Qur&#8217;an akan bersama malaikat yang mulia lagi berbakti, dan yang membaca tetapi sulit dan terbata-bata maka dia mendapat dua pahala. (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>5. Sebaik-baik kamu ialah yang mempelajari Al Qur&#8217;an dan mengajarkannya. (HR. Bukhari)</p>
<p>6. Orang yang dalam benaknya tidak ada sedikitpun dari Al Qur&#8217;an ibarat rumah yang bobrok. (Mashabih Assunnah)</p>
<p>7. Barangsiapa mengulas Al Qur&#8217;an tanpa ilmu pengetahuan maka bersiaplah menduduki neraka. (HR. Abu Dawud)</p>
<p><em>Penjelasan</em>:</p>
<p>Maksud hadits ini adalah menterjemah, menafsirkan atau menguraikan Al Qur&#8217;an hanya dengan akal pikirannya sendiri tanpa panduan dari hadits Rasulullah, panduan dari para sahabat dan ulama yang shaleh, serta tanpa akal dan naqal yang benar.</p>
<p>8. Barangsiapa menguraikan Al Qur&#8217;an dengan akal pikirannya sendiri dan benar, maka sesungguhnya dia telah berbuat kesalahan. (HR. Ahmad)</p>
<p>9. Barangsiapa membaca satu huruf dari Al Qur&#8217;an maka baginya satu pahala dan satu pahala diganjar sepuluh kali lipat. (HR. Tirmidzi)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/hadist-terpilih/ketinggian-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Muhammad Rasulullah Saw</title>
		<link>http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/hadist-terpilih/muhammad-rasulullah-saw/</link>
		<comments>http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/hadist-terpilih/muhammad-rasulullah-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Mar 2011 04:00:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadist Terpilih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[1. Rasulullah Saw bersabda: &#8220;Aku kesayangan Allah (dan tidak congkak). Aku membawa panji &#8220;PUJIAN&#8221; pada hari kiamat, di bawahnya Adam dan yang sesudahnya (dan tidak congkak). Aku yang pertama pemberi syafa&#8217;at dan yang diterima syafaatnya pada hari kiamat (dan tidak congkak). Aku yang pertama menggerakkan pintu surga dan Allah membukanya untukku dan aku dimasukkanNya bersama-sama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Rasulullah Saw bersabda: &#8220;Aku kesayangan Allah (dan tidak congkak). Aku membawa panji &#8220;PUJIAN&#8221; pada hari kiamat, di bawahnya Adam dan yang sesudahnya (dan tidak congkak). Aku yang pertama pemberi syafa&#8217;at dan yang diterima syafaatnya pada hari kiamat (dan tidak congkak). Aku yang pertama menggerakkan pintu surga dan Allah membukanya untukku dan aku dimasukkanNya bersama-sama orang-orang beriman yang fakir (dan tidak congkak). Dan Aku lah paling mulia dari kalangan terdahulu dan terbelakang di sisi Allah (dan tidak congkak).&#8221; (HR. Tirmidzi)</p>
<p>2. Ketika Aisyah Ra ditanya tentang akhlak Rasulullah Saw, maka dia menjawab, &#8220;Akhlaknya adalah Al Qur&#8217;an.&#8221; (HR. Abu Dawud dan Muslim)</p>
<p>3. Aku penutup para nabi. Tidak ada nabi lagi sesudah aku. (HR. Ahmad dan Al Hakim)</p>
<p>4. Aku diberi (oleh Allah) hikmah-hikmah yang banyak dalam ucapan-ucapan yang sedikit. (Maksudnya, ucapan-ucapan beliau singkat tetapi mengandung makna yang luas dan dalam). (HR. Ahmad)</p>
<p>5. Kepada Rasulullah Saw disarankan agar mengutuk orang-orang musyrik. Tetapi beliau menjawab: &#8220;Aku tidak diutus untuk (melontarkan) kutukan, tetapi sesungguhnya aku diutus sebagai (pembawa) rahmat.&#8221; (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p><span id="more-78"></span></p>
<p>6. Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, &#8220;Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah beliau mengeluh &#8220;Ah&#8221; terhadapku dan belum pernah beliau menegur, &#8220;kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.&#8221; (HR. Ahmad)</p>
<p>7. Rasulullah Saw melakukan shalat malam sehingga kedua kakinya bengkak. Beliau juga tidak senang bila ada orang berjalan di belakangnya. (Artinya, tidak sejajar dan berjalan di belakangnya dengan maksud untuk menghormati beliau.) (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>8. Anas Ra berkata, &#8220;Rasulullah Saw adalah orang yang paling baik, paling dermawan (murah tangan), dan paling berani&#8221;. (HR. Ahmad)</p>
<p>9. Tiada seorang beriman hingga aku lebih dicintai dari ayahnya, anaknya, dan seluruh manusia. (HR. Bukhari)</p>
<p>10. Aku Muhammad dan Ahmad (terpuji), yang dihormati, yang menghimpun manusia, nabi (penyeru) taubat, dan nabi (penyebar) rahmat. (HR. Muslim)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/hadist-terpilih/muhammad-rasulullah-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perihal Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul</title>
		<link>http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/hadist-terpilih/perihal-nabi-nabi-dan-rasul-rasul/</link>
		<comments>http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/hadist-terpilih/perihal-nabi-nabi-dan-rasul-rasul/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Mar 2011 03:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadist Terpilih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[1. Tiada Allah mengutus seorang nabi kecuali pasti dia penggembala domba. (HR. Bukhari dan Muslim) 2. Kami (para nabi) tidak diwarisi (meninggalkan warisan). Apa yang kami tinggalkan adalah sodaqoh (untuk umat). (HR. Bukhari) 3. Sesungguhnya Allah mengharamkan (mencegah) bumi makan jasad nabi-nabi. (HR. Al Hakim) 4. Sesungguhnya tidak layak bagi seorang nabi memasuki rumah yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Tiada Allah mengutus seorang nabi kecuali pasti dia penggembala domba. (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>2. Kami (para nabi) tidak diwarisi (meninggalkan warisan). Apa yang kami tinggalkan adalah sodaqoh (untuk umat). (HR. Bukhari)</p>
<p>3. Sesungguhnya Allah mengharamkan (mencegah) bumi makan jasad nabi-nabi. (HR. Al Hakim)</p>
<p>4. Sesungguhnya tidak layak bagi seorang nabi memasuki rumah yang mewah. (HR. Ibnu Hibban)</p>
<p>5. Isa bin Maryam melihat sendiri seorang yang mencuri, lalu Isa &#8216;Alaihissalam berkata kepada orang itu, &#8220;Kamu mencuri.&#8221; Tapi pencuri itu menjawab, &#8220;Tidak, demi Allah yang tiada Tuhan kecuali Dia.&#8221; Isa lalu berkata lagi, &#8220;Aku beriman kepada Allah dan mendustakan mataku sendiri.&#8221; (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/hadist-terpilih/perihal-nabi-nabi-dan-rasul-rasul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perzinaan</title>
		<link>http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/hadist-terpilih/perzinaan/</link>
		<comments>http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/hadist-terpilih/perzinaan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Mar 2011 17:00:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azimah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadist Terpilih]]></category>
		<category><![CDATA[Perzinaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/hadist-terpilih/perzinaan/</guid>
		<description><![CDATA[1. Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri maka mereka (penghuninya) sudah menghalalkan atas mereka sendiri siksaan Allah. (HR. Ath-Thabrani dan Al Hakim) 2. Ada dua golongan dari penghuni neraka yang Aku tidak sampai melihat mereka yaitu suatu kaum yang menyandang pecut seperti ekor sapi (yang) dipakai untuk memukuli orang-orang dan wanita-wanita berpakaian mini, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri maka mereka (penghuninya) sudah menghalalkan atas mereka sendiri siksaan Allah. (HR. Ath-Thabrani dan Al Hakim)</p>
<p>2. Ada dua golongan dari penghuni neraka yang Aku tidak sampai melihat mereka yaitu suatu kaum yang menyandang pecut seperti ekor sapi (yang) dipakai untuk memukuli orang-orang dan wanita-wanita berpakaian mini, telanjang. Mereka melenggang bergoyang. Rambutnya ibarat punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga atau mencium harumnya surga yang sebenarnya dapat dirasakan dari jarak sekian sekian. (HR. Muslim)</p>
<p>3. Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan dia pasti mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat, kedua telinga zinanya mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan keras), kaki zinanya melangkah (berjalan) dan hati yang berhasrat dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisir atau diwujudkan) oleh kelamin atau digagalkannya. (HR. Bukhari)</p>
<p>4. Perzinaan mengakibatkan kemiskinan. (HR. Al-Baihaqi dan Asysyihaab)</p>
<p>5. Perbuatan lesbian di antara kaum wanita adalah perzinaan. (HR. Ath-Thabrani)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kumpulanhadist.arisyi-design.web.id/hadist-terpilih/perzinaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

